TARGETPOST. NET – Banjarbaru – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Pemotongan Ternak Betina Produktif, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunnak) menyelenggarakan Rapat dan Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif, Kamis (17/11).
Kegiatan yang dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Kelapa Sawit Disbunnak ini dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Binmas Polda Kalimantan Selatan, Perwakilan dari Dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan se- Kalimantan Selatan serta pelaku usaha Pemotongan/rumah jagal dari beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka rapat tersebut, kepala Disbunnak, Suparmi mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha Pemotongan/rumah jagal untuk tidak memotong ternak betina produktif. Beliau juga menuturkan menurut data dari tahun 2020-2022 jumlah pedet dan bakalan yang dihasilkan dari betina produktif di KalSel melalui Program Sapi Kerbau Komuditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) lebih dari 50.000 ekor. Tentunya ini jumlah ini cukup untuk penyedian bibit / bakalan sapi di Kalimantan Selatan. Larangan tersebut harus dipatuhi mengingat Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan untuk mencapai swasemabada daging sapi di tahun 2024, dan jika pelaku usaha melakukan pemotongan ternak yang reproduksinya masih produktif maka dikhawatirkan populasi ternak di Kalimantan Selatan khususnya sapi akan mengalami penurunan, sehingga target swasembada tersebut terancam tidak tercapai.
Dalam kesempatan yang sama Beliau juga mengajak para pelaku usaha untuk berpartisipasi dan mendukung program SISKAKUINTIP yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi KalSel sebagai program super prioritas untuk mempercepat peningkatan populasi sapi potong dan produksi daging.

