TARGETPOST. NET – BANJARMASIN, Salah satu kader PAN Hj. Wiwik Damiari SE menghadiri konsolidasi para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten/kota, provinsi dan DPRD RI dari Partai Amanah Nasional (PAN) Kota Banjarmasin di Hotel Rattan Inn, Sabtu (26/8/2023) kemarin.
Adapun kegiatan ini bertujuan untuk menggalakkan program pendidikan politik kepada semua kader PAN
” Apabila tidak adanya pendidikan politik yang baik, pemikiran kalangan muda terhadap kontestasi politik lebih dimaknai sebatas upaya merebut dan melanggengkan kekuasaan, ” ujar Hj Wiwik, saat ditemui usai acara Konsolidasi para caleg DPRD Kota Banjarmasin dari PAN Banjarmasin.
Menurut Wiwik yang Bacaleg dapil Banjarmasin Utara ini, sekolah pendidikan politik seharus agar mampu mengarahkan dan mengembalikan politik pada makna yang sebenarnya. Sebab tidak sedikit publik yang berasumsi politik hanyalah cara tercepat meraih kekayaan, menumpuk pundi-pundi harta.
“Pendidikan politik harus mampu menyadarkan bahwa muara dari kegiatan politik adalah kesejahteraan masyarakat, bukan kegaduhan kaum elit, keributan orang-orang atas. Tapi politik adalah soal formulasi kebijakan publik dan evaluasi atas pencapaian tujuan pembangunan,” katanya.
Menurutnya, lantaran hal inilah yang mengakibatkan banyak pemuda milenial potensial yang sebenarnya mampu, namun tidak mau berpartisipasi dalam k berpolitik.
“ Saya berharap tumbuhkan dan ciptakan iklim kehidupan politik yang lebih baik, lebih santun dan bertanggungjawab. Bekali diri kalian dengan pemahaman soal kepemimpinan, integritas yang harus dimiliki setiap calon pemimpin, netiket, hingga kemampuan menangkal hoaks Pemilu dan cyberbullying,” terang bhayangkari aktif ini.
Lanjutnya, pemilih pemula mereka memiliki latar belakang yang berbeda dan juga dan memiliki berbagai pengetahuan tentang politik dan demokrasi.
” Pemilih pemula mempunyai potensi untuk mempengaruhi pemilihan karena mereka adalah salah satu kelompok pemilih terbesar di negara ini, ” ingatnya.
Namun, terang mantan atlet bulutangkis ini, pemilih pemula juga seringkali diabaikan oleh para politisi yang fokus pada pemilih yang sudah terbiasa memberikan suara. Karena itu, penting bagi para politisi untuk memahami pentingnya pemilih pemula dan memberikan perhatian khusus kepada mereka.
” Sayangnya pemilih pemula dinilai belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang para calon yang akan dipilih, dan condong lebih mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak relevan atau hanya berdasarkan pandangan sepihak. Oleh itu, peran media diharapkan bisa memberikan informasi yang akurat dan objektif, ini penting untuk membantu pemilih pemula dalam membuat keputusan yang tepat, ” pungkasnya. cory – TP

