TARGETPOST.NET.- BANJARMASIN. World Health Organisation menetapkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan status gizi buruk karena kasus stunting yang melampaui batas toleransi versi WHO.
Hal ini yang kemudian menjadi prioritas sebagai isu nasional dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah tak terkecuali BKKBN.
Kerjasama apik yang dilakukan BKKBN bersama pemula agama dalam Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) untuk menekan angka pada kasus stunting di Kalimantan Selatan.
Kepala BKKBN, H. Ramlan menuturkan bahwa BKKBN dan para pemuka agama bersama-sama dalam menurunkan kasus stunting.
“Melalui Forum FKUB ini, kita percaya di tahun 2024 nanti akan mencapai penurunan stunting hingga 14% . ” Ujarnya
H. Ramlan juga menerangkan, Kalimantan Selatan pada tahun 2021 mencapai 30% kasus stunting, hal ini merupakan kasus stunting tertinggi no. 6 di Indonesia.
” Tahun 2021 kasus stunting di Kalimantan Selatan 30%, dan di Tahun 2022 kasus stunting di Kalimantan Selatan mengalami penurunan sebanyak 5,4% artinya kita sudah berhasil menurunkan kasus stunting menjadi 24,6% “. Terangnya
(Yantitrd)

