Forpeban Minta Kejati Ungkap Dalang Terkait OTT di RSUD Ulin Banjarmasin

Banjarmasin,  TARGET. Gabungan beberapa LSM yang ada di Kalimantan Selatan kembali turun kejalan untuk menyuarakan aspirasinya terkait adanya dugaan penyimpangan yang mengakibat
kerugian negara.
LSM Forpeban diantaranya yang dalam aksinya meminta agar pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan agar menelisik adanya dugaan kasus-kasus di RSUD Ulin Banjarmasin.
” Dimana pihak Polda Kalsel telah malakukan OTT terhadap oknum ASN di RSUD Ulin Banjarmasin tersebut,  meskipun bukti awalnya hanya diperkirakan 10 jutaan saja, namun berawal dari hal tersebut itulah pihak Tipikor bisa mengungkap dugaan kasus-kasus besar lainnya,  yang berjumlah ratusan miliar,  ” katanya saat ditemui usai aksi.
Ditambahkan, bahwa pihaknya juga meminta agar pihak Tim Tipikor bisa lebih mendalami kasus tersebut, dan bahkan kalau bisa jemput bola dan jangan hanya menunggu bola.
”  Terkait kasus OTT tersebut, agar Dalangnya bisa diungkap, dan menurut Hemat kami Dirut RSUD Ulin tidak mungkin  tidak nungkin tidak tahu masalah proyek lelang baik dari dana APBD maupun dana APBN,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminra agar Kejaksaan Tinggi agar menelisik adanya dugaan pemotongan uang insentif bagi Tenaga Kesehatan.
” Adanya dugaan pemotongan dana bagi Tenaga Kesehatan haruslah secepatnya diselidiki, kasian mereka, mengingat Nakes adalah menjadi garda tedepan dalam mengatasi penyebaran covid-19, dan yang paling rentan terkena wabah, yang tidak sedikit telah meninggal karena tertular corona,  ” pungkas Din Jaya Ketua Forpeban.
Ditambahkan Din Jaya,  kalau aspirasi pihaknya yang telah disampaikan tersebut tidak direspon maka pihaknya akan kembali melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *