Banjarmasin, TARGET. Massa AKSI DEMO DAMAI yang dilakukan LSM Pemuda Islam dan gabungan puluhan ormas di Kalimantan Selatan, termasuk LSM Srikandi Pemuda Islam ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin, (9/11) pagi.
Puluhan Ormas Islam yang turun ke Jalan atau melakukan orasinya di depan DPRD Kalsel, yang dikawal pasukan pengamanan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan tersebut mengecam keras penghinaan terhadap Nabi Besar Muhammad SAW dan meminta agar Dewan mengapresiasi pemboikotan terhadap produk-produk yang berasal dari negara Francis.
Selain itu juga puluhan Ormas membuat PERNYATAAN SIKAP AKTIVIS KALSEL ATAS PENGHINAAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW
Pertama, Kami Warga Muslim di Kalsel khususnya dan pada umumnya Warga Indonesia, mengutuk keras atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW atas penerbitan karikatur nabi di majalah Satire Charlie
Hebde den Pemasangan karikatur secara terbuka di gedung Pemerintahan Perancis:
Kedua, Kami menuntut hukuman mati bagi para penghina Nabi Muhammad SAW sebagaimana ketentuan dalam hukum Syariat Islam;
Ketiga, kami meminta Indonesia sebagai negara terbesar Ummar Muslim di Dunia untuk bersikap tegas, memutus hubungan diplomatik dengan Perancis serta memboikot produk dari negara tersebut:
Empat, Kami meminta Negara Kesatua Republik Indonesia tidak hanya memboikot produk dari Prancis
tetapi juga memboikor demokrasi yang diunggap bertentangan dengan ajaran Islam
Lima, Kami Muslim Kalimantan Selatan, menyerukan kepada seluruh komponen Ummat Islam untuk menegakkan Islam Katjah dalam bingkai Khilafah.
Sementara HM Hasan mengatakatan adapun tujuan pihaknya bersama puluhan ormas Islam di Kalimantan Selatan melakukan aksi demo damai ke DPRD Kalsel dan meminta agar dewan mengapresiasi pernyataan pihaknya agar memboikot produk-produk asal negara Francis.
Menurutnya, pernyataan Presiden Francis yang menghina Nabi Muhammad SAW tentulah menyakitkan hati semua kaum muslimin sedunia.
” Semua produk Francis agar tidak dibeli oleh masyarakat Kalsel, ” pungkasnya saat ditemui usai aksi demo. Tim

