
TARGETPOST. NET – BANJARMASIN. Pengadilan Negeri banjarmasin kelas l A dibantu instruktur pelatih cara pencegahan bila terjadi kebakaran mengadakan kegiatan simulasi pemadam kebakaran di Lapangan Pengadilan Negeri Banjarmasin pada Jum’at ( 16/6/2023 ) pagi tadi.
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari Manajemen Resiko yang bisa saja terjadi di Pengadilan Negeri Banjarmasin.
Acara simulasi ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin Rustanto SH, MH dan turut dihadir Wakil Ketua PN Banjarmasin Dr. I Gede Yuliartha SH, MH dan seluruh hakim serta staf.
Kegiatan simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman hal kebencanaan serta mengurangi dampak resiko dari bencana dan kesiapsiagaoan baik terhadap pegawai maupun petugas keamanan di Pengadilan Negeri Banjarmasin.
Dalam kegiatan simulasi, instruktur mempraktekkan teknik memadamkan api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) jenis karung goni. Beliau memaparkan penyebab, resiko serta cara menanggulangi kebakaran terutama dalam melakukan pemadaman api saat terjadi kebakaran.
Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin Rustanto SH, MH menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap intruktur yang telah memberikan ilmu sarta cara untuk menanggulang atau pencegahan saat terjadi kebakaran kepada Pegawai Pengadilan Negeri Banjarmasin.
“Simulasi ini merupakan kegiatan positif yang sepatutnya bisa di terapkan pada waktu tertentu, seluruh pegawai harus memahami bahwa bencana kebakaran bisa saja terjadi oleh itu harus ada tindakan pencegahan maupun tindakan langsung ketika kebakaran tersebut terjadi. Pelatihan ini juga bukan hanya bisa dipraktekan dilingkungan kantor, tapi juga bisa dirumah atau lingkungan kita masing-masing, ” terang Ketua PN Banjarmasin.
Terpisah, Singgih selaku Instruktur pelatihan dan juga Direkrut CV. Tunggal Wangi menerangkan simulasi atau cara pencegahan apabila kebakaran khususnya di kantor-kantor sangatlah penting karena banyaknya berkas penting.
Lanjutnya, simulasi dilakukan selain menggunakan alat kebakaran modern seperti Hydrant juga menggunakan apar.
” Bila terjadi kebakaran dimana yang harus dipadampakan adalah titik apinya, kalau menggunakan apar karung goni harus dibasahkan namun bila dengan Hydrant ujung selang harus diarahkan ke titik api lagi tarik picunya, ” katanya saat ditemui usai pelatihan. cory – TP

