TARGETPOST. NET. BANJARMASIN. Kondisi saat melintas Jembatan Sulawesi l penghubung kedua ruas Jalan Sulawesi dan Jalan Masjiid Jami, Kota Banjarmasin masih digunakan untuk dua arah tersebut dirasakan masih kurang nyaman.
Apalagi disaat kondisi macet terutama saat jam kerja dan juga pulang kerja atau dipagi dan sore hari.
Tidak hanya itu, meskipun dipenghujung pembatas jalan yang berlokasi diruas Jalan Sulawesi tersebut dilarang berbelok namun masih ada sebagian pengendara yang masih berbelok dan terkesan mengabaikan rambu yang sudah dipasangkan
Namun sangat disayangkan, kondisi yang cukup dikeluhkan warga tersebut masih bakal berlangsung lama alias memakan waktu berbulan-bulan atau hingga batas masa waktu pelaksanaan pekerjaan proyek yaitu pada Deasember 2022 nanti.
” Diharapkan oleh perusahaan PT. Hasrat Jaya Utama selaku pelaksana pekerjaan proyek Penggantian Jembatan Sulawesi 2 senilai 15, 3 miliar lebih yang kurang jelas bersumber dari dana apa ( tidak ada pada papan proyek ) Tahun 2022 bisa tepat waktu kontrak sejak 4 juli hingga 180 hari kedepan, ” kata Subhan.
Menurut salah seorang warga Jalan Sultan Adam ini, hal itu penting agar proyek Jembatan Sulawesi 2 yang baru tersebut bisa dipergunakan, sehingga kondisi sering macet yang sekarang dirasakan tidak dirasakan lagi.
” Kalau Jembatan selesai dibangun dan bisa dipergunakan tentunya kita juga yang merasa nyaman, namun Sebaliknya bila proyek tidak sesuai waktu dan bisa menjadj masalah dan yang rugikan masyarakat umum juga, ” terangnya.
Ditambahkan, ia berharap Dinas PUPR Kota Banjarmasin bisa mengawasi atau selalu mengontrol setiap saat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah melalui Kabid Jalan dan Jembatan Dedy Hamdani mengatakan bahwa progres pelaksanaan pekerjaan yang berjalan hingga kini untuk pekerjaan fisik sudah mencapai 60 persen.
” Untuk progres pekerjaan fisik pada proyek Jembatan Sulawesi 2 sekarang sudah mencapai 60 persen, ” katanya melalui via wanya saat dihubungi pada Kamis, (13/10 ) kemarin.
Sedangkan pihak PT. Hasrat Jaya Utama hingga sekarang belum bisa ditemui. Juga pihak Konsultan CV. Fiazta Matrix Consultant tidak bisa dihub. Tim


